Dengan izin Allah SWT, kita bertemu kembali dengan majalah Media Syari'ah Dalam Edisi 02. Tentu pembaca telah mengikuti majalah ini pada penerbitan edisi 01, yang kami sadari masih banyak kekurangannya. Bak kata pepatah "tak ada gading yang tak retak".

Dalam edisi 02 ini, dua peristiwa penting yang perlu di garis bawahi. Yakni Milad atau Hari Ulang Tahun ke 5 Mahkamah Syar'iyah (4 Maret 2003 - 4 Maret 2008) dan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Memperingati Maulid Nabi SAW, meskipun tidak termasuk sesuatu yang Fardhu a'in dan juga bukan kebiasaan para sahabat, namun redaksi mengajak, dalam bulan ini, marilah kita tidak saja menyemarakkan khanduri Maulid, tapi juga meningkatkan jumlah shalawat kepada Rasulullah SAW. serta kita tingkatkan pula jumlah serta mutu iman dan amalan shaleh sejalan perintah Allah SWT. serta selaras dengan tuntunan Sunnah Nabi kita yang mulia tersebut.

Meskipun gebyar Milad Mahkamah Syar'iyah di tingkat provinsi yang dipusatkan kegiatan puncaknya di Ibukota Kab. Aceh Jaya, Calang, serta di kabupaten / kota se-NAD, sudah berlalu, serta kita telah pula mengikutinya melalui pemberitaan mas media cetak / elektronik kegiatan tersebut. walaupun begitu, tidak semua acara dan upacara yagn berkaitan dengan milad instansi ini termuat dalam pemberitaan media-media tersebut. sebab itu pulalah dengan segala kekurangannya, Media Syari'ah mengangkat kembali gebyar Milad lembaga ini, sebagai dokumentasi sejarah untuk kita dan anak cucu kita.

namun bukan sekedar itu, melalui Milad pula, kita mencoba melakukan muhasabah (menimbang diri), sejauh mana amanah yang kita emban di pundak kita, telah kita laksanakan. tentu saja kita sama-sama bertekad insya Allah, segala kekurangan akan kita coba perbaiki. sehingga Mahkamah Syar'iyah bukan hanya milik karyawannya, tapi juga milik ummat Islam dan penduduk yang berdiam di Aceh.

Selain itu, dalam nomor ini kita juga menyajikan ruang aulad (anak-anak), sebagai tanggung jawab kita terhadap masa depan generasi penerus yagn Islami. juga ruang dayah, sebagai lembaga pendidikan Islam yagn telah sangat lama, sejak zaman kolonial sudah berkiprah dan berjasa mempertahankan kesucian Agama Islam dan Negara.

tak kalah pentingnya Media Syari'ah menyajikan lagi figure korban Tsunami yang telah meninggalkan dunia ini dalam tragedi tersebut, serta merupakan potret suka duka hamba Allah dalam kehidupan di dunia yagn penuh cobaan dan tantangan ini.

Dan banyak lagi rubrik-rubrik lainnya yang menarik. Segala kritikan insya Allah akan diterima dengan lapang dada. Selamat membaca!