<< Home

 


Oleh : M. Natsir Ilyas. M.Hum

Syari’at adalah ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Al-Quran dan Al-Hadits. Sedangkan Islam merupakan agama terakhir yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat jibril untuk membimbing umat manusia memperoleh kebahagiaan dunia dan akherat. Ilsam juga dapat didefinisikan sebagai tuntutnan, bimbingan dan aturan Allah baik dalam bentuk prinsip-prinsip maupun juga dalam berhubungan dengna Allah SWT, dalam berhubungan dengan diri sendiri, berhubungan dengan sesama manusia disekitarnya baik yang muslim maupun nonmuslim dan juga dalam bergubungan dengan alam sekitarnya.

Islam sejak turun pada masa Rasulullah, berpindah ke masa sahabat dan masa-masa berikutnya sampai ke masa sekarang, tetap diamalkan oleh umat Islam secata berkesinambungan dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan baermasyarakat. Agar ajaran-ajaran Islam selalu dapat menjawab tantangan global dan sesuai dengan perkembangan zaman, maka diberi kesempatan untuk beijtihad secara terus menerus kepada para mujtahid. Sehingga kitab sucei selalu segar dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pemahaman inilah kemudian dikenal dengan istilah fiqh.

Pentingnya penerapan Syari’at Islam di sekolah?

syari’at Islam yang sedang digalakkan di Nanggroe Aceg Darussalam khususnya di Kota Banda Aceh harus mendapat perhatian dari semua pihak. Perhatian dimaksudkan disini adalah peran serta danpartisipasi aktif untuk menyukseskan pelaksanaan Syari’at Islam sesuai dengan profesikesalehan masing-masing.

Salah satu lembaga yang sangat berperan dalam proses pelaksanaan Syari’at Islam adalah lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan juga bertanggung jawab dalam proses pembentukan karakter anak didik dan mempersiapkan mereka agar menjadi generasi penerus yang handal. Seorang guru bertugas mentransfer ilmu tetapi juga harus menjadi contoh teladan serta dapat mengarahkan mereka untuk dapat menjalankan Syari’at Islam terutama dilingkungan sekolah.

Syari’at Islam sangat penting diterapkan dilingkungan sekolah karena para pelajar ini akan menjadi ganerasi penerus harapan bangsa. Apabila mereka tidak digembleng dan diarahkan dari sekarang tentunya mereka akan menjadi generasi yang tidak bertanggung jawab. Pelajar hari ini adalah pemimpin di hari esok “Syubbanul Yaum Rijalul Ghad/Student Today Leader Tomorrow”. Untuk menjadi pemimpin yang berkualitas di hari esok, tentu membutuhkan usah dari semua pihak termasuk lingkungan sekolah dalam mempersiapkan anak didiknya menjadi generasi yang mantap iman dan taqwa (IMTAQ) dan unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Apa saja yang harus dilakukan dalam rangka penerapan unsur-unsur Syari’at Islam di sekolah?

Pemantapan Aqidah

Pelaksanaan dan penerapan Syari’at Islam yang sedang dilaksanakan secara formal diharapkan dapat dilaksnaakan dengan penuh kesadaran. Syari’at silam harus dijadikan kebutuhan sehingga dalam pelaksanaannya tidak ada unsur pemaksaan. Untuk mewujudkan kesadaran hukum maka sangat dibutuhkan pemantapan aqidah kepada remaja-remaja Aceh dan sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi misi-misi pemurtadan yang sangat getol dilancarkan misionaris.

Keseriusan guru dan siswa.

Keseriusan semua pihak sangat penting dalam rangka penerapan Syari’at Islam dilingkungan sekolah. Seorang guru selain menyampaikan ilmunya kepada siswa-siswi juga harus merasa bertanggung jawab dalam pembinaan mental dan spritual anak didiknya. Siswa-siswi mematuhi semua peraturan yang telah ditetapkan. Misalnya bagaimana cara berbusana sesuai dengan busana Islami.

Meningkatkan kegiatan-kegiatan keagamaan.

Kegiatan-kegiatan keagamaan perlu ditingkatkan di lingkungan sekolah. Osis dapat meningkatkan perannya dalam proses penerapan nilai-nilai islami. Demikian juga dengan rohani Islam (rohis) atau remaja dakwah (reda) perlu dibentuk di sekolah-sekolah dengan tujuan untuk me.akukan kajian-kajian ke-Islaman dan menambah wawasan khususnya yang menyangkut dengan Syari’at Islam.

Meningkatkan Pengawasan.

Pengawasan terhadap  siswa-siswi mutlak dibutuhkan bukan hanya pada tingkat kedisiplinan namun juga pengawasan dalam semua ini. Aktifitas yang mereka lakukan harus selalu mendapat kontrol atau pengawasan dari dewan guru. Yang paling penting yang harus mendapat pengawasan adalah :

Pengawasan HP-HP yang digunakan siswa-siswi agar terbebas dari gambar/film porno karena dapat menghanurkan dan merusak moral generasi muda kita.

Meningkatkan pengawasan apabila ada kegiatan-kegiatan sekolah baik siang hari maupun pada malam hari sehingga tidak memberi ruang gerak bagi siswa-siswi untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar syari’at.

Pengawasan dari ketergantungan narkoba.

Lembaga-lembaga pendidikan hendaknya dapat menciptakan nuansa Islami dan syiar Islam dilingkungannya. Nuansa Islami bisa terwujud dengan menerapkan Syari’at Islam dalam semua aspek kehidupan di lingkungan pendidikan. Dari tata cara berbusana guru dan siswa/I untuk mewujudkan nuansa Islami dan syiar Islam di sekolah masing-masing dan hendaknya hal ini menjadi pembelajaran bagi siswa/I dalam kehidupan mereka.

Kebijakan pemerintah kota untuk memisahkan siswa dan siswi dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu program penerapan Syari’at Islam di lingkungan sekolah selain akan diupayakan kurikulum berbasis Islami.